Pengaruh kualitas pelayanan dan kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan dalam sebuah usaha atau bisnis yang sedang kamu rencanakan

Halo kembali lagi dengan saya admin blog mahasiswadong, pada kesempatan kali ini saya akan memberikan topik materi mengenai Pengaruh kualitas pelayanan dan kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan dalam sebuah usaha atau bisnis yang sedang kamu jalankan. 



Pemasaran

Sebelum lanjut ke topik pembahasan mengenai kepuasan pelanggan kita harus mengerti dahulu mengenai konsep dari pemasaran. Strategi pemasaran merupakan strategi yang digunakan dalam sebuah kegiatan pemasaran tujuannya ialah untuk memaksimalkan hasil atau pendapatan yang di rencanakan. Startegi pemasaran dapat mempengaruhi setiap elemen lainnya (seperti afeksi dan kognisi, perilaku, dan lingkungan) dan sebaliknya, dapat dipengaruhi oleh setiap faktor tersebut. 

Contohnya, penempatan papan iklan jasa layanan mobil di dekat pintu keluar jalan tol mengubah tata ruang (lingkungan) dan dapat mengubah keinginan konsumen (kognisi) untuk berhenti membeli bensin, dan pada akhirnya mendorong konsumen berbelanja di toko sekitarnya. 

Keberhasilan menggunakan papan iklan dapat mendorong penempatan papan iklan lainnya di sepanjang jalan tol, sehingga mengubah pula lingkungan, kognisi, dan perilaku lainnya. 

Pada akhirnya, riset menunjukkan bahwa banyak konsumen yang tidak suka (afeksi) melihat terlalu banyak papan iklan memenuhi pinggir jalan sehingga suatu strategi baru harus segera dikembangkan. 

Dengan kita menerapkan strategi pemasaran yang tepat maka nantinya usaha atau bisnis kita diharapkan dapat mencapai target yang telah direncanakan. Setelah mengetahui tentang strategi pemasaran barulah kita menuju ke Pengaruh kualitas pelayanan dan kepuasan pelanggan terhadap loyalitas pelanggan dalam sebuah usaha atau bisnis yang sedang kamu rencanakan.

Kualitas Pelayanan 

Pelayanan yang baik dalam sebuah bisnis kuliner akan memberikan dampak yang sangat besar terhadap berkembangnya usaha kuliner tersebut, kualitas pelayanan dapat ditunjukan berupa pengurus dan pemilik usaha kuliner tersebut memiliki tingkat kepekaan dan keramahtamahan yang tinggi terhadap konsumen yang datang ke tokonya. 

dengan kata lain konsumen yang datang akan selalu di hargai dengan memberikan pelayanan yang terbaik dari toko kuliner tersebut, seperti contoh ada seseorang yang datang ke toko kuliner tersebut, baru ia duduk di meja konsumen, pelayan yang mencatat pesanan menghampirinya dan menanyakan "selamat pagi, selamat datang di toko kuliner ini dan ini daftar menu yang ada di sini, silahkan bisa dilihat dahulu" dapat dilihat disini betapa besarnya usaha toko kuliner tersebut untuk mendapatkan nilai tersendiri di mata konsumen. 

Pelayanan konsumen yang baik ini nantinya berdampak pada kepuasan pelanggan, selain rasa dari kuliner yang disajikan dalam toko kuliner tersebut juara / enak yang membuat pelanggan puas , pelayanan nya juga bagus maka nantinya konsumen akan lebih menginat bahwa di tempat ini makanannya enak-enak harganya pas dikantong dan pelayanannya bagus, disinilah akan muncul yang namanya loyalitas pelanggan dalam membeli suatu barang, yang dianggap dia sudah pas di hati mereka. 

Menurt situs kajianpustaka.com ada beberapa penjelasan mengenai dimensi Kualitas Pelayanan (SERVQUAL) oleh Parasuraman (1998) yang dibagi menjadi lima dimensi SERVQUAL diantaranya adalah (Lupiyoadi, 2001:148):

1. Tangibles (bukti fisik) yaitu kemampuan suatu perusahaan dalam menunjukkan eksistensinya kepada pihak eksternal. Penampilan dan kemampuan sarana dan prasarana fisik perusahaan dan keadaan lingkungan sekitarnya adalah bukti nyata dari pelayanan yang diberikan oleh pemberi jasa. Yang meliputi fasilitas fisik (gedung, gudang, dan lain sebagainya), perlengkapan dan peralatan yang dipergunakan (teknologi), serta penampilan pegawainya.

2. Reliability (kehandalan) yaitu kemampuan perusahaan untuk memberikan pelayanan sesuai yang dijanjikan secara akurat dan terpercaya. Kinerja harus sesuai dengan harapan pelanggan yang berarti ketepatan waktu, pelayanan yang sama untuk semua pelanggan tanpa kesalahan, sikap yang simpatik, dan dengan akurasi yang tinggi.

3. Responsiveness (ketanggapan) yaitu kemauan untuk membantu dan memberikan pelayanan yang cepat (responsif) dan tepat kepada pelanggan, dengan penyampaian informasi yang jelas. 

4. Assurance (jaminan dan kepastian) yaitu pengetahuan, kesopansantunan, dan kemampuan para pegawai perusahaan untuk menumbuhkan rasa percaya para pelanggan kepada perusahaan. Terdiri dari beberapa komponen antara lain komunikasi, kredibilitas, keamanan, kompetensi, dan sopan santun.

5. Emphaty (empati)  yaitu memberikan perhatian yang tulus dan brsifat individual atau pribadi yang diberikan kepada para pelanggan dengan berupaya memahami keinginan konsumen. Dimana suatu perusahaan diharapkan memiliki pengertian dan pengetahuan tentang pelanggan, memahami kebutuhan pelanggan secara spesifik, serta memiliki waktu untuk pengoperasian yang nyaman bagi pelanggan

0 Comments

Posting Komentar